Home » Yayasan » Sejarah

Sejarah

SEJARAH  PONDOK PESANTREN MIFTAHUL MUBTADIIN KREMPYANG

 Pondok pesantren merupakan bentuk asli kebudayaan dan sistem pendidikan tertua di Indonesia, karena itu mempunyai tanggung jawab untuk mempertahankan eksistensinya demi peningkatan harkat dan martabat bangsa menuju terciptanya manusia Indonesia yang utuh sejahtera lahir dan batin sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pancasila baik sebagai ideologi, falsafah dan pandangan hidup Bangsa Indonesia. Dengan demikian Pondok Pesantren sebagai lembaga dan wadah perjuangan ke arah itu, harus senantiasa berupaya meningkatkan fungsi dan peranannya di tengah-tengah masyarakat. Agar keberadaannya betul-betul berdaya guna untuk kemajuan dan kelangsungan hidup Berbangsa dan Bernegara, terutama menuju  terciptanya masyarakat yang adil dan makmur.

Melalui pendekatan pendidikan  (Educative Approach), Pondok Pesantren selalu berusaha mengembangkan konsep dasarnya dan semakin meningkatkan peran serta civitas lembaganya menuju tercapainya tujuan pembangunan nasional, baik pembangunan seutuhnya sebagai subjek dan sekaligus objek pembangunan (Sumber Daya Manusia), maupun sektor pembangunan materiil dan spirituil.

Peranan Pondok Pesantren seperti yang digambarkan tentu perlu diwujudkan dengan kesiapan pengasuh dan pembina serta tenaga-tenaga terkait lainya untuk mengadakan pembaharuan sistem-sistem yang ada, termasuk sistem kelembagaan  dan manajemennya sebagai konsekuensi dari keinginan untuk maju sesuai dengan kebutuhan dan dinamika zaman. Maka di samping tetap mempertahankan nilai-nilai salafiyah yang masih sangat relevan dan berguna, penting sekali Pondok Pesantren melakukan modernisasi terhadap beberapa bagian system (subsistem) sebagai prasyarat untuk tetap survivenya lembaga Pondok Pesantren dalam mengelola lembaga seperti Pendidikan Tinggi yang memang memerlukan prasyarat tersebut. Sehingga perlahan-lahan tapi pasti Pondok Pesantren akan benar-benar mampu membangun sumber daya manusia yang handal sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat, bangsa dan negara yang sedang membangun.

Hal-hal yang dikemukakan di atas  tentu saja telah menjadi pijakan dasar bagi Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin Krempyang Tanjunganom Nganjuk Jawa Timur untuk menampilkan dirinya sebagai lembaga Pendidikan yang telah berpengalaman menyelenggarakan pendidikan non formal dan formal selama setengah abad lebih atau  +  78 tahun.

Biografi Singkat KH. Moh. Ghozali Manan

KH. Moh. Ghozali Manan adalah putra dari KH. Tamsyi Bin KH. Abdul Manan Bin KH. Harun Syu’aiban. Beliau dilahirkan di Dusun Bedrek Desa Bedrek Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri tahun 1912 M.

Pada masa muda, beliau banyak menghabiskan waktunya untuk belajar di Pondok Pesantren dan juga sekolah formal zaman Belanda. Adapun beberapa Pondok Pesantren tempat beliau menimba ilmu antara lain Pondok Pesantren Mangunsari Nganjuk (masa Mbah Kyai Imam Bahri), Pondok Pesantren Mojosari Nganjuk (masa Mbah Kyai Zainudin), Pondok Pesantren Lirboyo Kediri (masa Mbah Kyai Manaf / Mbah KH. Abdul Karim) dan pondok pesantren Jampes Kediri (masa Syeh Ihsan Bin KH. Dahlan).

Pada tahun 1938 M beliau menikah dengan seorang perempuan yang bernama Siti Khodijah, putri dari KH. Abdul Fattah Krempyang Tanjunganom Nganjuk dan selanjutnya menetap di lingkungan Krempyang sampai akhir hayat beliau. Dari pernikahan ini, beliau dikaruniai keturunan sebanyak 10 (sepuluh) orang, yaitu :

  1. Salamah / Mudrikah (almarhumah), menikah dengan H. Abdul Ghofur (almarhum), menetap di Lombok Nusa Tenggara Barat.
  2. Musringah (almarhumah), menikah dengan H. Yusuf Anshori (almarhum) desa Dingin Kec. Ngronggot Kab. Nganjuk, menetap di Dingin sampai akhir hayat.
  3. Ahmad Baidhowi, wafat masih remaja
  4. Siti Rumiyati (almarhumah: 29 Juni 2018), menikah dengan KH. Hidayatullah (almarhum) Pace, menetap di Pace Nganjuk
  5. Ahmad Khozin, wafat masih remaja
  6. Rohmatun Ulfa (almarhumah), menikah dengan KH. Khoiri Ma’ruf (almarhum) desa Waung Kec. Prambon Kab. Nganjuk, dan menetap disana sampai akhir hayat.
  7. Moh. Ridlwan Syaibani, menikah dengan Hj. Irhamah Sawahan Nganjuk,menetap di Krempyang Tanjunganom Nganjuk.
  8. Siti Maemunah, menikah dengan Baitul Khoiri (almarhum), menetap di Krempyang Tanjunganom Nganjuk
  9. Moh. Hamam Ghozali (almarhum : 15 Desember 2017), menikah dengan Hj. Jamilatun (almarhumah) Desa Kalimati Kec. Tanjunganom Kab. Nganjuk, menetap di Krempyang hingga akhir hayat.
  10. Maskur Kholid, wafat masih balita.

Setelah Ibu Nyai Hj. Siti Khodijah wafat, KH. Moh. Ghozali Manan menikah dengan Ibu Nyai Siti Asiyah yang berasal dari Bangsongan Mojo Kediri. Namun, pernikahan beliau tidak langgeng, berakhir dengan perpisahan. Pada pernikahan ini, beliau dikaruniai keturunan 2 (dua) orang putri, yaitu Siti Masruroh (almarhumah) dan Binti Muflihah (menikah dengan Moh. Kasir, dan tinggal di  Bangsongan Mojo Kediri) dan 1 (satu) putra (Muslim: wafat masih balita).Setelah berpisah dengan ibu Nyai Siti Asiyah, KH. Moh. Ghozali Manan menikah dengan Ibu Nyai Hj. Siti Milati yang berasal dari Burno Bojonegoro.Dari pernikahan ini, dikaruniai keturunan :

  1. Mahmudah, menikah dengan H. Mughnir Abdillah, Dusun Dadapan Desa Sumberejo Kecamatan Ngronggot Kab. Nganjuk, menetap sampai saat ini.
  2. Abdurrohman, wafat masih balita.
  3. Nursalim Ghozali, menikah dengan Khumaidah, Surabaya, menetap di Krempyang Tanjunganom Nganjuk

Sejarah Pertumbuhan

Pondok Pesantren Mitahul Mubtadiin atau lebih dikenal dengan sebutan “Pondok Krempyang”, berkedudukan di jalan KH. Wahid Hasyim 126 Krempyang Tanjunganom Nganjuk Jawa Timur. Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin dirintis dan didirikan oleh KH. Moh. Ghozali Manan sejak tahun 1938 M, namun secara resmi disepakati bahwa tahun 1940 M sebagai tahun berdirinya.

Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin bermula dari sebuah musholla yang dikelola oleh KH. Abdul Fattah, mertua KH. Moh. Ghozali Manan yang kemudian diserahkan sepenuhnya atas pengelolaannya kepada beliau sejak menjadi menantunya, tepatnya pada saat dzuhur hari pertama setelah acara pernikahan, dalam bahasa jawa “Imaman” diserahkan sepenuhnya kepada KH. Moh. Ghozali Manan. Seiring dengan berjalannya waktu, musholla tersebut sampai sekarang masih lestari dan sekarang telah menjadi masjid (Masjid Baitul Hamdi) untuk kegiatan peribadatan para penduduk Krempyang dan sekitarnya  serta para santri.

Dengan berbekal ilmu yang di pelajari beliau di beberapa pondok pesantren, KH. Moh. Ghozali Manan bermaksud untuk mengembangkan Islam melalui sistem Pondok Pesantren. Pada waktu itu keadaan penduduk lingkungan Krempyang sudah banyak yang memeluk agama Islam, akan tetapi belum begitu tampak syi’arnya. Setelah kedatangan beliau, syi’ar agama Islam mulai tampak dan semakin berkembang dengan pesat.

Untuk mewujudkan maksud tersebut, beliau merintis Pondok Pesantren dengan sistem pendidikan salafiyah (ala pesantren kuno). Pada periode awal ini, ruang belajar yang digunakan sangat sederhana, dan akhirnya beliau berhasil wewujudkan keinginan beliau mendirikan Pondok Pesantren, walaupun tergolong sangat sederhana dari sarana prasarana yang tersedia.

Beberapa tahun kemudian, keadaan Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin agak mengalami hambatan, karena adanya goncangan dari luar yang bermaksud ingin menggagalkan usaha beliau dalam menegakkan ajaran agama Islam melalui Pondok Pesantren ini, akan tetapi KH. Moh. Ghozali Manan tetap bertekad untuk tetap mempertahankan eksistensi Pondok Pesantren.

Dalam usaha untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, beliau mengadakan musyawarah dengan beberapa tokoh ulama’ agar pondok pesantren yang dirintisnya tetap bertahan. Dari hasil musyawarah dengan para tokoh ulama’ tersebut, kemudian diambil keputusan dan kesepakatan bersama bahwa pendidikan agama Islam di Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin Krempyang harus tetap berlanjut dan dipertahankan.

Dengan dicapainya kesepakatan tersebut, akhirnya satu penghambat dari pertumbuhan  dan perkembangan Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin di masa awal berdirinya sudah dapat teratasi. Dan sejak itu juga beliau lebih meningkatkan mutu pendidikan di Pondok Pesantren.

Setelah beberapa tahun lamanya, Pondok Pesantren yang diasuh oleh KH. Moh. Ghozali Manan ini kemudian perlahan-lahan terus berkembang dan mengakar kuat sejalan dengan adanya dukungan dan peran serta santri yang telah dibina, dididik dan dibimbing dengan kesabaran, kesungguhan dan ketulusan. Hasil perjuangan beliau semakin tampak, terbukti dengan eksistensi Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin yang semakin diminati dan dipercaya oleh masyarakat, baik dari wilayah pulau Jawa maupun luar Jawa.

Pada tahun 1942 M didirikan sebuah Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah, pada tahun 1952 M Madrasah Tsanawiyah Salafiyah, hingga pada akhirnya didirikan pula Madrasah Aliyah Salafiyah pada tahun  1989 M.

Meskipun dalam awal perjalanannya mengalami banyak rintangan, alhamdulillah dengan pertolongan Allah SWT disertai bekal fisik, mental spiritual dan keilmuan yang mantab, KH. Moh. Ghozali Manan diberi kemampuan untuk mempertahankan dan mengembangkan Pondok Pesantren yang beliau rintis.

Selain kesibukan beliau mengasuh pesantren, beliau juga sangat peduli terhadap masayarakat luas, baik melalui pengajian-pengajian di luar pesantren, organisasi kemasyarakatan maupun kepemerintahan.

Sejarah Perkembangan

Setelah beliau wafat, tepatnya pada hari Senin, 24 Robius Tsani 1411 H / 12 Desember 1990 M, Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin diasuh oleh putra-putra beliau yaitu KH. Moh. Ridlwan Syaibani dan KH. Moh. Hamam Ghozali. Pada periode ini, perkembangan pondok pesantren tampak semakin pesat dan mengalami kemajuan yang cukup signifikan, unit pendidikan yang sudah ada tetap eksis dan bahkan berkembang dengan pesat.

Dari unit-unit pendidikan yang sudah ada sebelumnya, seiring dengan tuntutan zaman maka didirikanlah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darussalam dan Madrasah Aliyah (MA) Darussalam yang berkurikulum Kementerian Agama (Kemenag).

Dalam upaya untuk tetap mempertahankan ciri khas Pondok Pesantren salafiyah, serta siswa-siswi tidak ketinggalan kemampuannya di bidang kitab kuning, maka bagi mereka yang memilih sistem dan model pendidikan ini diwajibkan untuk mondok (bermukim).

Kemudian unit pendidikan juga bertambah lagi dengan lahirnya RA Darussalam, Perguruan Tinggi Pesantren (Sekolah Tinggi Ilmu Agama Darussalam disingkat STIADA Salafiyah) yang pada perkembangan selanjutnya, pada 10 Juni 2010 berubah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) yang memiliki 2 jurusan dan 2 (dua) program studi, yaitu jurusan tarbiyah program studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan jurusan syari’ah program Studi Ahwal al-Syakhsiyyah (AS). Unit lain yang dikembangkan adalah Forum Kajian Khusus Kitab Kuning (FK4) sebagai wadah dari santri-santri purna Aliyah dan Madrasah Aliyah Mu’adalah (Madrasatul ’Ulya PP. Miftahul Mubtadiin) serta disusul kemudian pada tahun 2012 didirikan Kelompok Bermain/Play Group (KB) Darussalam yang dalam istilah di masyarakat lebih dikenal dengan sebutan PAUD Darussalam.

Sistem Kepengasuhan Pondok

Sistem kepengasuhan pada masa KH. Moh. Ghozali Manan, adalah sistem kepengasuhan tunggal (sentralistik), yaitu segala sesuatu yang berkenaan dengan kepengasuhan dan kepemimpinan di Pondok Pesantren maupun unit Madrasah yang ada, adalah mutlak dipegang oleh pemimpin tunggal, yaitu KH. Moh. Ghozali Manan.

Setelah beliau wafat, tepatnya pada hari Senin, 24 Robius Tsani 1411 H / 12 Desember 1990 M, Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin diasuh oleh putra-putra beliau yaitu KH. Moh. Ridlwan Syaibani dan KH. Moh. Hamam Ghozali. Dalam periode ini, kepengasuhan dan kepemimpinan bersistem kolektif dengan asas pembagian tugas dan tanggungjawab antara KH. Moh. Ridlwan Syaibani dan KH. Moh. Hamam Ghozali.

Dengan istilah lain, bahwa sistem kepengasuhan dan kepemimpinan kolektif adalah secara organisasi memiliki satu struktur keorganisasian dan satu nama, yaitu Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin, dengan pengasuh adalah KH. Moh. Ridlwan Syaibani dan KH. Moh. Hamam Ghozali. Dalam sistem ini, pola yang digunakan adalah adanya pembagian tugas dan tanggungjawab bersama-sama.

Seiring dengan perkembangan situasi dan kondisi yang ada pada saat itu, terhitung mulai 01 Nopember 2002, sistem kepengasuhan dan kepemimpinan di Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin mengalami perubahan format, dari satu nama pondok dan satu organisasi, dan sistem kepengasuhan kolektif (bersama), berubah menjadi 2 (dua) nama pondok, dua organisasi dan dua pengasuh, yaitu Pondok Pesantren Putra Miftahul Mubtadiin diasuh oleh KH. Moh. Ridlwan Syaibani, dan Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin Putri diasuh oleh KH. Moh. Hamam Ghozali.

Perubahan format pondok dan sistem kepengasuhan sebagaimana tersebut diatas, berdasarkan hasil musyawarah Bani KH. Moh. Ghozali Manan yang dilaksanakan pada tanggal 01 November tahun 2002. Dalam hal ini, turut memutuskan dalam musyawarah tersebut antara lain; bapak KH. Moh. Ridlwan Syaibani (anak kandung), bapak KH. Moh. Hamam Ghozali (anak kandung), Gus H. Nursalim Ghozali (anak kandung), bapak Kyai Muhnir Abdillah (menantu), Siti Mahmudah (anak kandung), bapak Kyai Hidayatullah (menantu), Ibu Rumiyah (anak kandung), Bapak Kyai Khoiri Ma’ruf (menantu),  Bapak Baitul Khoiri (menantu) dan bapak H. Yusuf Anshori (menantu).

Pada hari Jum’at 15 Desember 2017, KH. Moh. Hamam Ghozali wafat, dan kemudian kepengasuhan di Pondok Pesantren Putri Miftahul Mubtadiin mengalami kekosongan. Mensikapi hal tersebut, maka perwakilan dari bani KH. Moh. Ghozali Manan, perwakilan pengurus Yayasan, seluruh Bani KH. Moh. Hamam Ghozali, seluruh Bani KH. Moh. Ridlwan Syaibani, mengadakan musyawarah untuk mensikapi serta mengambil segala tindakan yang diperlukan, demi dan untuk tetap berjalan serta lestarinya pondok pesantren peninggalan KH. Moh. Ghozali Manan tersebut.

Berdasarkan musyawarah bersama Bani KH. Moh. Ghozali Manan dan Pengurus Yayasan Islam Al-Ghozali pada Hari Ahad malam Senin, 17 Desember 2017 M / 28 Robi’ul  Awwal 1438 H, bertempat di Rumah KH. Moh. Ridlwan Syaibani, memutuskan dan menetapkan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Adanya perubahan format kepengasuhan di Pondok Pesantren Putra Miftahul Mubtadiin dan Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin Putri.
  2. Pondok Pesantren Putra Miftahul Mubtadiin dan Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin Putri diasuh oleh KH. Moh. Ridlwan Syaibani dan dibantu oleh Gus H. Nursalim Ghozali
  3. Pembagian tugas, wewenang dan personil lain yang berkenaan dengan ke-Pondok-an, serta waktu dimulainya pelaksanaan, akan ditentukan kemudian melalui sidang kerja bersama.
  4. Pengumuman perubahan format kepengasuhan ini, akan disampaikan kepada semua santri, murid, dan guru paling lambat 1 (satu) Minggu setelah pertemuan dilaksanakan.

Maka terhitung mulai tanggal tersebut, format organisasi dan kepengasuhan pondok mengalami perubahan, kembali sebagaimana zaman KH. Moh. Ghozali Manan, yaitu hanya ada 1 nama pondok, yaitu Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin dan diasuh oleh KH. Moh. Ridlwan Syaibani.Hadir dan turut memutuskan, perwakilan dari bani KH. Moh. Ghozali Manan, perwakilan pengurus Yayasan, seluruh Bani KH. Moh. Hamam Ghozali, seluruh putra-putri KH. Moh.Ridlwan Syaibani, yaitu:

  1. →Moh. Ridlwan Syaibani Bin KH. Moh. Ghozali Manan (Ketua Yayasan, Anak Kandung, Krempyang)
  2. Abdul Karim Abd. Ghofur Bin Hj. Salamah Mudrikah (Anggota Pengawas Yayasan, Cucu, Lombok Barat)
  3. Imam Muhtadi (Bendahara Yayasan, Perak Jombang)
  4. Gus H. Nursalim Ghozali Bin KH. Moh. Ghozali Manan (Sekretaris Yayasan, Anak Kandung, Krempyang)
  5. Toha Ma’sum (Wakil Sekretaris Yayasan, Gebangkerep Baron)
  6. Irhamah (Menantu, Krempyang)
  7. Syaiful Muda’i (Cucu menantu, Krempyang)
  8. Rina Lu’luatil Maknunah Binti KH. Moh. Ridlwan Syaibani (Cucu, Krempyang)
  9. Misbahul Amin Bin KH. Moh. Ridlwan Syaibani (Cucu, Krempyang)
  10. Abdul Halim Sururi Bin KH. Moh. Ridlwan Syaibani (Cucu, Krempyang)
  11. Fina Rohmatul Ummah (Cucu menantu, Krempyang)
  12. Abdurrahman Wahid Bin KH. Moh. Ridlwan Syaibani (Cucu, Krempyang)
  13. Farid Busrol Karim Bin KH. Moh. Ridlwan Syaibani (Cucu, Krempyang)
  14. Badriyah Fitriyani Binti KH. Moh. Hamam Ghozali (Cucu, Krempyang)
  15. Nanang Saifurrijal (Cucu menantu, Krempyang)
  16. Binti Afifah Binti KH. Moh. Hamam Ghozali (Cucu, Krempyang)
  17. Alfin Nur Anisah Binti KH. Moh. Hamam Ghozali (Cucu, Krempyang)
  18. Farhan Habibi Bin KH. Moh. Hamam Ghozali (Cucu, Krempyang)
  19. Khumaidah (Menantu, Krempyang)
  20. Siti Mahmudah Binti KH. Moh. Ghozali Manan (Anak Kandung, Dadapan Ngronggot)
  21. Mustaqhis Mubarok Bin Siti Rumiyati (Cucu, Cerme Pace)
  22. Baidlowi (Cucu menantu, Cerme Pace)
  23. Siti Aisyah Binti Musringah(cucu, Dingin Ngronggot)
  24. Nurul Fadhilah Binti Musringah (cucu, Katerban Baron)
  25. Halimatus Sa’diyah (Cucu menantu, Lombok Utara)
  26. Abdul Ghofur Bin H. Abdul Karim Abdul Ghofur (Buyut, Lombok Utara)
  27. Nazuru (Cucu menantu, Katerban Baron)
  28. Agus Mashudi Bin Siti Maemunah (Cucu, Krempyang)

Secara ringkas, periodisasi kepengasuhan di Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin secara dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Tahun 1940 s.d. 12 Desember 1990, tipe kepengasuhan Tunggal dengan model kepemimpinan sentralistik, pengasuh KH. Moh. Ghozali Manan.
  2. Tahun 1990 s.d. 01-11- 2002, tipe kepengasuhan Kolektif dengan model kepemimpinan Kolektif, pengasuh KH. Moh. Ridlwan Syaibani dan KH. Moh Hamam Ghozali.
  3. Mulai 01 Nopember 2002 s.d. 15 Desember 2017, tipe pengasuhan pembagian wilayah kepangasuhan dan kepemimpinan desentraliasai, pengasuh Pondok Putra KH. Moh. Ridlwan Syaibani dan Pengasuh Pondok Putri KH. Moh. Hamam Ghozali.
  4. Mulai 17 Desember 2017 s.d. sekarang tipe pengasuh Tunggal, model kepemimpinan sentralistik, pengasuh KH. Moh. Ridlwan Syaibani.

Organisasi Kelembagaan dan Unit Usaha

Sistem kepemimpinan yang diterapkan di Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin Krempyang Tanjunganom Nganjuk pada mulanya adalah menganut manajemen kepemimpinan tradisional yaitu sentralisasi kepemimpinan atau kepemimpinan tunggal. Kemudian mengingat perkembangannya yang setiap tahun semakin bertambah maka untuk memperkuat eksistensi pesantren sebagai lembaga Islam Mandiri yang sangat mengakar di masyarakat, pada tahun 2006 didirikanlah Lembaga Islam Al-Ghozali (LIGA) sebagai badan tertinggi yang menaungi berbagai unit pendidikan dan usaha-usaha yang ada. Yang kemudian disempurnakan dengan dibentuknya Yayasan Islam Al-Ghozali (YIGA) pada tahun 2010.

Secara rinci, organisasi kelembagaan di Yayasan Islam Al-Ghozali (YIGA) diatur sebagai berikut:

Organisasi Pondok Pesantren

Merujuk pada hasil musyawarah dan kesepakatan bani KH. Moh. Ghozali Manan dan pengurus Yayasan, sebagaimana tertuang dalam AD/ART Yayasan Islam Al-Ghozali (YIGA) dan telah disetujui serta disahkan oleh Bani KH. Moh. Ghozali Manan dan Pengurus Yayasan, pada tanggal 02 Juni 2016 M / 26 Sya’ban 1437 H, sebagaimana tertuang dalam Bab VII tentang Pondok Pesantren, maka yang dimaksud pondok pesantren adalah Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin yang dirintis dan didirikan oleh Almarhum KH. Moh. Ghozali Manan di Krempyang Tanjunganom Nganjuk Jawa Timur.

Bani KH. Moh. Ghozali Manan yang dimaksud dalam hal ini adalah keturunan dari Almarhum KH. Moh. Ghozali dari hasil pernikahan dengan Ibu Nyai Hj. Siti Khodijah dan Ibu Nyai Hj. Siti Milati.

Sistem kepengasuhan dan kepemiminan di Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin, secara rinci telah dijelaskan pada bab sebelumnya tentang sistem kepengasuhan.

Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin Krempyang adalah merupakan bagian dari Yayasan yang dalam pengelolaannya diberikan wewenang khusus kepada masing-masing pengasuh pondok. Wewenang khusus yang diberikan kepada pengasuh sebagaimana dimaksud adalah dalam hal penyusunan pengurus, perencanaan tugas, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi program serta segala sesuatu yang terkait dengan pondok. Namun demikian, dalam hal yang menyangkut kepentingan dan kebutuhan Yayasan secara umum, maka akan diadakan rapat dengan unit lain yang ada dibawah naungan Yayasan.

Kepengasuhan dan Pengelolaan Pondok Pesantren adalah merupakan wewenang yang diberikan berdasarkan atas musyawarah bani almarhum KH. Moh. Ghozali Manan, untuk waktu yang tidak terbatas lamanya. Dalam hal pengasuh Pondok Pesantren berhalangan, dan atau berhalangan tetap (meninggal dunia), maka kepengasuhan dan pengelolaan Pondok Pesantren diambil alih sepenuhnya oleh pengurus Yayasan dan Bani KH. Moh. Ghozali Manan.

Demi dan untuk menjaga keberlangsungan Pondok Pesantren, maka pengurus Yayasan dan Bani KH. Moh. Ghozali Manan, berkewajiban untuk menunjuk dan menetapkan pengasuh dan atau pengelola Pondok Pesantren. Kepengasuhan dan atau Pengelolaan Pondok Pesantren sebagaimana dimaksud adalah dapat berbentuk Dewan Pengasuh yang dibentuk dan ditetapkan oleh Pengurus Yayasan dan Bani KH. Moh. Ghozali Manan.

Dalam hal kepengasuhan Pondok Pesantren berbentuk Dewan Pengasuh, maka keanggotaannya adalah ditentukan dan ditetapkan secara musyawarah mufakat Pengurus Yayasan dan Bani KH. Moh. Ghozali Manan.

Keanggotaan Dewan Pengasuh sebagaimana dimaksud diatas, terdiri dari Bani KH. Moh. Ghozali Manan, Pengurus Yayasan, Alumni dan simpatisan yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Pengurus Yayasan dan Bani KH. Moh. Ghozali Manan.

Adapun kriteria, tugas, wewenang dan tanggungjawab, serta hal lain yang terkait, telah diatur dalam AD / ART yang telah ditetapkan.

Adapun struktur organisasi pondok pasca adanya perubahan format, adalah sebagai berikut :

Struktur Organisasi

Unsur-unsur organisasi Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin Krempyang Tanjunganom Nganjuk Jawa Timur terdiri dari :

  • Pelindung dan Penasehat
  • Pengasuh Pondok
  • Dewan Pertimbangan
  • Koordinator Seksi
  • Pengurus Pondok
  • Seksi-seksi
  • Petugas
  • Santri

Hubungan antar unsur-unsur organisasi Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin

Hubungan antar unsur-unsur organisasi Pondok Pesantren Miftahul Mubtadiin adalah sebagai berikut:

  • Pelindung dan Penasehat Pondok Pesantren adalah Bani KH. Moh. Ghozali Manan dan Yayasan.
  • Pengasuh Pondok Pesantren adalah perseorangan atau sekelompok orang yang disepakati dalam musyawarah Bani dan Yayasan, untuk melaksanakan tugas kepengasuhan dan memiliki tanggungjawab serta wewenang penuh mengatur segala sesuatu yang berkenaan dengan kepondokan, dalam hal ini adalah KH. Moh. Ridlwan Syaibani.
  • Struktur dibawah pengasuh pondok adalah :
  1. Koordinator Seksi
  2. Pengurus Pondok
  3. Seksi-Seksi
  4. Santri
  • Koordinator seksi adalah petugas yang ditunjuk untuk mengkoordinir pengurus pondok dan seksi-seksi yang ada di kepengurusan pondok dengan tugas utama sebagai konsultan, pembina, pembimbing dan pengawas.
  • Koordinator seksi sebagaimana dimaksud adalah terdiri dari:
    1. Bagian Putra ;
      • Koordinator Bidang I : Gus M. Misbahul Amin
      • Koordinator Bidang II : Gus Abdul Halim Sururi
      • Koordinator Bidang III : Bapak Ibenu Junaidi
    2. Bagian Putri :
      • Koordinator Bidang I : Ning Badriyah Fitriani
      • Koordinator Bidang II : Gus Nanang Saifurrijal
      • Koordinator Bidang III : Ning Binti Afifah
  • Pembagian wilayah kerja dan tanggungjawab masing-masing koordinator, diatur sesuai dengan kebijakan.
  • Jalur Instruksi, Konsultasi dan Koordinasi antar unsur Organisasi :
  1. Pengasuh              →   Koordinator               : Instruksi
  2. Pengasuh              →   Pengurus Pondok      : Instruksi
  3. Pengasuh              →   Seksi-Seksi               : Instruksi
  4. Pengasuh              →  Santri                       : Instruksi
  5. Koodinator             →  Pengasuh                 : Konsultasi
  6. Koodinator             →  Pengurus & Seksi      : Koordinasi
  7. Pengurus               →  Pengasuh                 : Konsultasi
  8. Pengurus               →  Koordinator               : Konsultasi
  9. Pengurus               →  Santri                       : Instruksi

 


Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

MAKLUMAT !!!!

Yayasan Islam Al-Ghozali (YIGA) Krempyang Tanjunganom Nganjuk, yang merupakan Induk dari Unit Pondok Pesantren dan Madrasah, menganut Prinsip NETRAL dalam berpolitik, tidak memihak partai apapun dan siapapun

PENTING !!!

Assalaamu’alaikum Wr. Wb Disampaikan kepada para pengunjung WEB www.pondokkrempyang.org bahwa 1) Bahwa Web ini adalah web resmi Yayasan Islam Al Ghozali (Yiga) serta unit yang ada dibawah naungannya 2) Jika ada Web lain yang serupa dan atau memuat hal yang sama ataupun hampir sama, maka hal tersebut adalah dari pihak lain diluar Yayasan 3) Web ini dibuat sebagai media informasi bagi para murid, santri, mahasiswa, alumni, wali santri, wali murid dan masyarakat pada umumnya. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan, maupun memanfaatkannya. Wassalaamu’alaikum Wr. Wb. Krempyang, 01 Maret 2016 Ttd. Pengurus Yayasan

PENGUMUMAN

Pondok dan Madrasah Krempyang TIDAK PERNAH meminta sumbangan dan atau bantuan untuk pembangunan kepada, alumni, wali murid, wali santri dan masyarakat pada umumnya. Maka, jika ada perseorangan, kelompok, dan atau pihak yang mengatasnamakan Pondok & Madrasah Krempyang, maka silahkan laporkan kepada pengurus Pondok dan atau Madrasah atau pihak yang berwajib

WISUDA KE-6 & DIES MILADIYAH STAIDA KE-10 TAHUN 2019

SABTU 13 APRIL 2019

HAUL DAN HAFLAH 2019

AHAD MALAM SENIN, 14 MALAM 15 APRIL 2019
November 2019
S S R K J S M
« Jul    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Pengunjung

Flag Counter

LIBURAN AKHIR TAHUN PELAJARAN 2018/2019

- - Liburan akhir tahun pelajaran selama 20 hari, dimulai pada hari SENIN, 15 April 2019 s.d. SABTU, 04 Mei 2019, dan masuk kembali hari AHAD, 05 Mei 2019