Visi, Misi, Tujuan

Kelompok Bermain (KB) ”Darussalam”, berdiri tanggal 01 Juni 2012, dan Izin Operasional diterbitkan dengan nomor: 421.9/271/411.201.5/2013 oleh dinas pendidikan Kabupaten Nganjuk. KB Darussalam merupakan pendidikan nonformal yang berada pada tingkatan paling bawah di Yayasan Islam al Ghozali (YIGA) Krempyang.

Kelompok Bermain (KB) Darussalam adalah merupakan bagian dari pendidikan nonformal untuk anak usia dini. Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang dilenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan 5 perkembangan, yaitu : perkembangan moral dan agama, perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan/kognitif (daya pikir, daya cipta), sosio emosional (sikap dan emosi) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak usia dini seperti yang tercantum dalam Permendiknas no 58 tahun 2009.

Adapun Visi, Misi dan Tujuan Kelompok Bermain (KB) Darussalam adalah :

Visi:

Membentuk anak didik yang cerdas, ceria, berpengetahuan luas dan berakhlakul karimah.

Misi :

  1. Melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengembangan moral dan agama
  2. Melaksanakan pendidikan dan pengembangan fisik secara kontinyu.
  3. Melaksnakan pendidikan dan pengembangan kecerdasan/kognitif
  4. Melaksanakan pendidikan dan pembinaan perkembangan sosio emosional
  5. Melaksanakan pendidikan bahasa dan komunikasi

Tujuan :

  1. Untuk membentuk generasi muslim yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa.
  2. Untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah, sehingga dapat mengurangi usia putus sekolah dan mampu bersaing secara sehat di jenjang pendidikan berikutnya.